Konsep Bauran Lokasi Dan Saluran Distribusi
Konsep Bauran Lokasi Dan Saluran Distribusi
Nama : Maziyatul Lailiyyah
NIM : 180321100084
Kelas : A
Pengertian Bauran Pemasaran Lokasi
bauran pemasaran terdapat bauran pemasaran place,
place adalah lokasi pasar dimana baik berada di dekat dan jauh tempat produksi akan
mempengaruhi biaya produksi. Sedangkan saluran Distribusi Suatu gabungan
penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan
jasa dari produsen ke konsumen.
Kriteria Daerah Kinerja yang Positif Untuk Pemasaran
Dalam melakukan pertimbangan dari strategi pemasaran dengan memilih lokasi usaha yang tepat, berikut ini adalah beberapa faktor penting yang sebaiknya harus Anda perhatikan
- Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha. Pemilihan lokasi usaha diusahakan dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya, maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari sebuah usaha.
- Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis. Besarnya pendapatan dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi akan mempengaruhi bisnis. Tinggi rendahnya daya beli para konsumen dapat dilihat dari rerata pendapatan konsumen, semakin tinggi tingkat pendapatan maka daya beli semakin tinggi pula. Selain itu, daya beli dapat dilihat dari sisi harga produk yang sesuai mahal atau murah).
- Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati toko. Lalu lintas lokasi usaha harus diperhatikan karena akn sangat berpengaruh pada usaha. Perhatikan orang yang melewati toko dominan pejalan kaki, sepeda motor atau mobil, sehingga bisa dilihat usaha apa yang cocok dan dibutuhkan oleh orang yang lalulalang.
- Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut. Semakin banyak jenis usaha yang berada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga akan semakin ramai. Apabila lokasi tersebut terdapat berbagai macam jenis usaha yang telah menyediakan produk yang berbeda-beda pula, sehingga para konsumen akan merasa lebih tertarik untuk datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha.
- Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan Anda pilih. Kenutuhan dana akan di butuhkan untuk tempat sewa toko, sehingga dana menyesuaikan lokasi toko ada dimana. Tentukan lokasi toko dengan menyesuaikan dana anda dan melihat keramaian dari konsumen.
- Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya sangat rendah. Apabila di lokasi tersebut sudah banyak pengusaha dengan bisnis yang sejenis dengan usaha yang anda jalani, maka sebaiknya lokasi seperti ini sebisa mungkin harus Anda hindari. Namun apabila Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus bersiap untuk bersaing dengan cara menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis dengan Anda
- Perhatikan juga akses menuju lokasi usaha Anda. Usahakan memilih lokasi yang cukup mudah untuk di akses oleh para konsumen. Jika memang memungkinkan, pilihlah lokasi usaha yang sering dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi bisnis Anda
- Tingkat keamanan yang sangat mendukung. Lokasi usaha yang aman juga akan semakin menambah kenyamanan dari para konsumen untuk membeli. Mereka tidak akan merasa ragu untuk meninggalkan kendaraan mereka di tempat-tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan dari bisnis Anda dengan merasa nyaman.Selalu memperhatikan kebersihan dari lokasi bisnis. Konsumen akan merasa risih untuk mengunjungi sebuah toko, warung maupun sebuah outlet yang berada pada lingkungan kotor, kumuh, dan jorok. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk-produk Anda
Persyaratan
Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran
Dalam kegiatan pemasaran terdapat syarat,
syarat-syarat tersebut dalam penerapan K3 (Keselamtan dan Kesehatan Kerja) di
tempat kerja terdapat dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja pasal 3. Pada pasal tersebut disebutkan 18 syarat penerapan keselamatan
kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :
1) Mencegah
dan mengurangi kecelakaan kerja.
2)
Mencegah, mengurangi dan memadamkan
kebakaran.
3)
Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
4)
Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
5)
Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6)
Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada
tenaga kerja.
7)
Mencegah dan mengendalikan timbulnya
penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan
dan getaran.
8)
Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat
Kerja (PAK) dan keracunan.
9)
Penerangan yang cukup dan sesuai.
10) Suhu
dan kelembaban udara yang baik.
11) Menyediakan
ventilasi yang cukup.
12) Memelihara
kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
13) Keserasian
tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara dan proses kerja.
14) Mengamankan
dan memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman dan barang.
15) Mengamankan
dan memelihara segala jenis bangunan.
16) Mengamankan
dan memperlancar bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang
17) Mencegah
tekena aliran listrik berbahaya.
18) Menyesuaikan
dan menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
Komsep dan Kegunaan
Saluran Distribusi
Pengertian Saluran Distribusi menurut
Kotler dan Amstrong (2001:7), Saluran distribusi adalah seperangkat organisasi
yang saling bergantung satu sama lain, yang dilibatkan dalam proses penyediaan
suatu produk atau jasa, untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau
pengguna bisnis.
Kegunaan
Saluran Distribusi
Berikut
ini adalah beberapa fungsi Saluran Distribusi :
a. Informasi
(Information), yaitu untuk mengumpulkan dan mendistribusikan riset pasar dan informasi-informasi
penting tentang konsumen dan pesaing untuk perencanaan dan keputusan pemasaran.
b. Promosi
(Promotion), yaitu untuk mengembangkan dan menyebarkan komunikasi tentang
penawaran.
c. Penghubung
(Contact), yaitu untuk menemukan dan berkomunikasi dengan calon pembeli.
d. Penyesuaian
(Matching), yaitu untuk menyesuaikan penawaran agar sesuai dengan kebutuhan
pembeli, termasuk penilaian, perakitan (Assembly) dan pengemasan (packing).
e. Negosiasi
(Negotiation), yaitu untuk mencapai kesepakatan tentang harga dan
ketentuan-ketentuan penawaran lainnya.
f.
Distribusi fisik (Physical Distribution),
yaitu untuk mengangkut dan menyimpan barang dari produsen ke perantara hingga
ke konsumen.
g. Pembiayaan
(Financing), yaitu untuk memperoleh dan menggunakan dana untuk biaya-biaya yang
berkaitan dengan saluran distribusi.
h. Mengambil
resiko (Risk Taking), yaitu untuk menanggung risiko-risiko komersial yang
berhubungan dengan saluran distribusi.
Tipe Distribusi
a. Distribusi
Insentif
Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan
dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai
dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera. Biasanya
kebijaksanaan ini dilakukan kalau produsen menjual barang-barang konsumsi
sejenis, konvinen atau kebutuhan pokok sehari-hari.
b. Distribusi
selektif.
Distribusi yang dipilih produsen dengan
hanya memakai beberapa perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap
penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru, barang
spesial maupun barang industri jenis peralatan ekstra. Sehingga dalam pemakaian
saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa penyalur yang
benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran.
c. Distribusi
eksklusif.
Distribusi yang dipilih produsen dengan
hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini
digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur
agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya.
Evaluasi dan Upaya
Pengendalian Saluran Distribusi
Dalam melkaukan evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi terdpat kriteria yang harus diperhatikan. Kriteria yang dapat digunakan dalam evaluasi saluran adalah
Dari
data tersebut kemudian dilakukan anilisis biaya, seperti memperkirakan perilaku
biaya saluran alternative dengan menggunakan data-data yang relevan.
b. Cakupan
Pasar
Layanan
pelanggan, yaitu mengidentifikasi jasa layanan yang diinginkan pelanggan,
kemudian memilih saluran distribusi
c. Komunikasi
dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.
Pengendalian
adalah mengambil tindakan yang dapat menurangi jarak antara hasil yang
diharapkan dengan hasil nyatanya. Sedangkan komunikasi adaalah aliran informasi
antara perusahaan dan pelanggan. Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru
dan kerjasama mereka dalam promosi produk.
Manajemen Konflik dalam
Saluran Distribusi
Konsep sistem pada distribusi
mensyaratakan adanya kerja sama antar saluran. Namun, di dalam saluran selalu
timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran
sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan
vertikal berikut ini:
a. Konflik
Horizontal.
Konflik
ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa
berupa:
·
Konflik antar perantara yang menjual
barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer).
·
Konflik antar peranta yang menjual barang
yang berbeda (contoh: toko komputer versus toko peralatan elektronik). Sumber
konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan
lini baru dan tidak tradisional.
b. Konflik
Vertikal
Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi
dan terdiri dari:
·
Konflik antara produsen dan pedagang
grosir (contoh: produsen langsung menjual ke pengecer).
·
Konflik antara produsen dan pengecer
(contoh: independent retailer versus producer-owned retail store) Sumber
konflik umumnya adalah ketidak samaan tujuan, hak dan perananyang tidak jelas,
berbeda persepsi, dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.
Komentar