MENGEVALUASI POTENSI EKSPOR
Nama : Maziyatul Lailiyyah
NIM : 180321100084
Kelas : A
MENGEVALUASI POTENSI EKSPOR
A. Konsep Keunggulan
Kompetitif dari produk, meliputi harga, kualitas, kemasan dan biaya produksi
Keungggulan kompetitif menurut Andrews dalam jurnal Karisma milik Lina Anatan (2010) yaitu kemampuan perusahaan untuk menciptakan posisi yang unggul
dibbandingkan pesaing dan sangat tergantungg pada kesesuaian antar kapabilitas
internal organisasi dan perubahan kondisi eksternal organisasi. Lima elemen
yang memperngaruhi keunggulan kompetitif yaitu compettittive pricing, premium
pricing, vvalue to customer quality, dependable delivery dan product
innovation. Perusahaan yang mamapu menawarkan barang dengan harga lebih rendah dan kualitats
tterrtinggi akan mampu meningkatkan penjualan sehinggga profit margin dan
return on investment dapat ditingkatkan.
Indikator keunggulan kompetitif yaitu Privet Cost ratio (PCR) yang
merupakan indikator seberapa banyak sistem usaha yang dapat membayar input
faktor domestic seperti sewa lahan, upah tenaga kerja dan bunga modal sehingga
tetap dalam kondisi kompetitif. Jika nilai PCR < 1 maka memiliki keunggulan
kompetiitif. Penggunaan nilai PCR akan memberikan seberapa besar komposisi
input faktor domestic terhadap nilai tambah output dan biaya input tradable
tanpa mengurangi keuntungan karena PCR sudah diperngaruhi kebijakan pemerintah.
Dalam proses produksi usaha menggunakan sumberdaya dalam negeri
ataupun luar negeri.hahl ini akan mengetahui apakag penggunaan sumberdaya
doestik dapat menguntungkan atau tidak dan dapat dianalisis menggunakan DCR.
DCR (Domestic Resource Cost) adlah ratio antara biaya input faktor domestic
dengan nilai ambah output dari bbiaya inputtt tradable yang dinilai pada hargga
sosial (Yuzaria & Suryadi, 2011). Berikut rumus untuk mengganalisis DCR (Prasetyo, 2019):
Keterangan :
Faj : jumlah faktor produksi
primer ke-s langsung diggunakan dalam aktivviats j
Va : harga actual tiap satuan
faktor-faktor produksi primer
Vj : nilai total output actual
dari aktivitas ke-j pada nilai harga pasar dunia (dollar)
Mj : nilai total input
Rj : nilai penerimaan pemilik
input.
B. Ciri-Ciri Pasar Potensial Dengan Pendekatan Permintaan Dan Penawaran Pendekatan Permintaan
Satu cara terbaik untuk
dapat mengetahui kondisi maupun potensi yang dimiliki pangsa pasar tertentu
adalah dengan melakukan pendekatan permintaan. Metode ini menekankan mengenai
kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau
mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Sebagai
contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju
kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin
tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak
dapat menemukannya di wilayah mereka. Melalui pendekatan dan pengamatan ini,
maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus
untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus
harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Anda bisa mengetahui
permintaan itu dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya.
Pendekatan Penawaran
Ada pendekatan permintaan
dan ada pula pendekatan penawaran. Untuk pendekatan penawaran ini berawal dari
kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang,
memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya. Dari
sinilah Anda akan mulai mencari pasar yang membutuhkannya. Disini Anda harus
memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum
melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya Anda mengetahui apakah daya beli
masyarakat terhadap bisnis Anda akan sejalan? Apakah mereka mampu membelinya?
Bagaimana kualitas produk Anda dengan yang jenis produk sejenis? Apa yang
menjadi kelebihan dari bisnis Anda dan sebagainya. Hal itulah yang harus Anda
lakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk
mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak
langsung Anda akan mengetahui tingkat pesaing lainnya.
C. Ciri-Ciri Dan Teknis
Menentukan Ceruk Pasar
Strategi ceruk pasar adaalah strategi menjadi pemimpin pasar di
pasar yang kecil. Strategi ceruk pasar akan membuaat perusahaan dengan pangsa
pasarr kecil dibandingkan pasar lain dan akan mendapatkan laba besar (Suyanto & Amikom, 2007). Contoh ceruk pasar yaitu
Betadine menggunakan strategi ceruk pasar yang menjadi pemimpin obat luka dari
pasar obat. Betadine menggunakan spesialisasi harga-kualitas yang dimana
mementingkan kualitas yang baik sehingga harga yang ditawarkannya lebih mahal
dari harga obat luka lainnya. Sehingga perusahaan betadine mendapatkan laba
besar dan mendapatkan citra yag bagus. Betadine melakukan public relations
terutama ke rumah sakit dengan memperrkenalkan tteknologi melalui juru bicara
yang mengarahkan anjuran para dokter.
Ciri-ciri ceruk
pasar yaitu (Handayani & Fathoni, 2019):
1.
Pelanggan dalam suatu ceruk
memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda.
2.
Bebrsedia membayar harga
tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan.
3.
Ceruk terebut tidak mungkin
menarik pesaing lain.
4. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi.
5. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai
Strategi yang
digunakan dalam ceruk pasasrr yaitu dengan spesialisasi seperrti berikut:
1.
Spesialisasi geografis
2.
Spesialisasi harga-kulitas
3.
Spesialisasi pelanggan
4.
Spesialisasi pelayanan
5.
Spesialisasi pemakai akhir
6.
Spesialisasi pesanan
7.
Spesialisasi prroduk atau lini
produk
8.
Spesialisasi saluran
9. Spesialisasi ukuran pelanggan
10. Spesialisasi vertical
D. Ciri-Ciri Produk Marketable Untuk Ekspor
Untuk memasuki pasar
internasional tentunya suatu perusahaan haruslah memiliki strategi pemasaran
yang bagus misalnya denganbmenggunakan bauran pemasaran (marketing mix).
Berikut merupakan ulasan mengenai strategi bauran mix (Kusumaningrum,
2009).
a.
Strategi Produk
Suatu
produk agar memiliki nilai jual yang tinggi haruslah berasal dari kualitas
terbaik dan juga harus memiliki keunikan tersendiri sehingga bisa menciptakan
kesan beda dari yang lain. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya proses
produksi produk yang jelas dari tangan para ahli di dalam bidangnya. Selain itu
juga harus dilakukan pengecekan standar dan mutu kualitas produk. Produk yang
dihasilkan juga harus sesuai dengan kebutuhan atau permintaan calon konsumen. Akan tetapi disamping itu semua, Brand juga
bisa sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekspor dikarenakan nama brand yang
menarik dan mudah di ingat akan selalu
menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen asing.
b.
Strategi Harga
Strategi
yang kedua adalah perihal harga, karena harga juga termasuk kedalam faktor
penting didalam dunia pemasaran. Selain itu harga juga merupakan acuan bagi
perusahaan untuk mengetahui suatu perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan
serta berapa nilai untung atau rugi yang di peroleh, salah satu metode yang
bisa di gunakan bagi perusahaan untuk mengetahui laba adalah dengan menggunakan
metode Cost Plus Mark Up yaitu dengan menjumlahkan semua biaya – biaya yang
dikeluarkan seperti biaya pengadaan bahan, biaya produksi, biaya tenaga kerja,
sampai dengan biaya forwarding ditambah dengan prosentase laba atau keuntungan
yang diinginkan.
c.
Strategi Distribusi
Salah
satu Strategi yang penting dilakukan lainnya adalah strategi distribusi, dengan
adanya pendistribusian yang baik maka akan memperoleh keuntungan yang berlipat
ganda. Bagi perusahaan bisa memilih kurir/forwarding yang berkualitas agar
suatu produk tersebut dapat menembus pasar internasional. Kurir/forwarding haruslah dapat memberikan
pelayanan yang memuaskan dan juga memiliki ketepatan waktu dalam proses
pengiriman serta menjaga keaamanan produk sampai ke tangan konsumen.
d.
Strategi Promosi
Promosi Merupakan Bagian Terpenting dari Proses Pemasaran, dikarenakan promosi merupakan langkah awal sekaligus ujung tombak dari penjualan suatu produk. Promosi bisa dilakukan menggunakan cara langsung yaitu menyebarkan katalog kepada calon konsumen atau menghubungi calon konsumen atau importir secara langsung. Disamping itu perusahaan juga harus bisa mendengarkan curhatan dari konsumen yang ingin berkonsultasi, sehingga akan terbentuk suatu hubungan baik antara perusahaan dengan konsumen. Selain itu, Promosi bisa juga melalui media, media cetak, Media massa dan juga media sosial,. Sehingga produk akan bisa lebih cepat berkembang.

Komentar